Sedikit tentang Sekolah Bermain Balon Hijau. Saya disini bukanlah sebagai inisiator, tapi ide teman-teman dan semangat yang dibawa saat membangun sekolah ini bagus sekali, dan semoga mampu menginspirasi.
Teman-teman saya yang bernama Dwi Yoshafetri Yuna, Megariza Latief, dan Linda Studiyanti,…
Sebenarnya saat saya bilang sekolah jangan kebayang, bahwa sekolah yang saya ceritakan di sini, adalah sebuah bangunan besar dengan banyak murid di dalamnya dan fasilitas lengkap. Sekolah yang saya maksud disini cukup terisi dengan kamu (sebagai guru) dan anak (atau anak-anak) muridmu dan terjadi…
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.
Dan yang tersial adalah berumur tua.
Berbahagialah mereka yang mati muda.
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.
Berbahagialah dalam ketiadaanmu.
- Soe Hok Gie
(Source: benlaksana, via mandalawangi)
Matriks
Matriks adalah kumpulan bilangan berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur untuk banyak…
KARTINI itu bernama GURILAWATI, Sebuah Pengabdian Untuk Kemanusiaan
Gurilawati merupakan istilah tersendiri yang saya berikan untuk rekan-rekanku para wanita-wanita tangguh disuatu unit kegiatan mahasiswa ditingkat Universitas Hasanuddin yaitu Sar Unhas Makassar. Gurila singkatan dari gunung, rimba, laut adalah nama dari basecamp/posko dimana lembaga tersebut menjalankan aktivitas-aktivitas keorganisasiannya sedangkan wati perumpamaan untuk perempuan/wanita. Di sar unhas sama halnya dengan komunitas-komunitas lainnya wanita selalu hadir dan memberi warna tersendiri ditengah-tengah dominasi kaum pria. Menarik untuk disimak kiprah dari mereka.
Mereka para perempuan ini melakoni kehidupan dunia mahasiswa sebagai bagian dari anggota sar (search and rescue = mencari dan menolong) yang berarti selain urusan akademik perkuliahan semata mereka juga memiliki nilai kepekaan tinggi terhadap gejala-gejala sosial yang terjadi disekitar dalam hal ini tentang mahasiswa dan tanggung jawab kemanusiaannya. Ini adalah bagian dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dan terbukti mereka telah mewujudkan cita-cita mulia itu dengan terjun langsung dalam setiap operasi SAR penyelamatan/pencarian baik di gunung-hutan, sungai, laut atau bencana lainnya.
Hanya sebagian kecil dari sekian ribu-an orang mahasiswa yang bisa bergabung dalam tim penyelamat ini (rescuer). Dalam setiap perekrutan anggota (regenerasi) untuk setiap tahunnya, mereka wanita-wanita yang bisa berproses didalamnya hanya sekitar lima hingga enam orang saja dibandingkan kaum lelaki yang puluhan orang. Angka yang sangat sedikit dibanding jumlah keseluruhan mahasiswa unhas yang masuk dalam setiap tahunnya.
Bisa jadi, manifestasi jiwa seorang petualang/rescuer itu hanya lahir pada segelintir orang saja terlebih itu pada kaum hawa. Maka dari itu hanya beberapa orang teman-teman mahasiswa yang bisa ambil bagian dalam kegiatan ini. SAR Unhas mewakili keseluruhan mahasiswa Unhas lainnya selalu tampil terdepan dalam penanganan bencana.
Sebagai contoh, dalam penyelenggaraan operasi sar di gunung Bawakaraeng tahun 2008 lalu seorang gurilawati turut serta bersama-sama dengan tim lainnya melakukan evakuasi dua orang jenazah. Hanya dia seorang wanita saat itu, berhari-hari harus melawan hawa dingin diatas gunung adalah hal yang luar biasa dan dibutuhkan mental serta fisik yang kuat. Suatu pemandangan yang langka, bukan?
Saat bencana tsunami Aceh tahun 2005 lalu Sar unhas juga mengirimkan beberapa anggotanya salah satunya adalah seorang perempuan untuk membantu melakukan proses evakuasi disana. Pencarian pesawat adam air, banjir bandang serta masih banyak contoh lainnya. Pada umumnya setiap Sru (unit tim penyelamat) yang diturunkan sar unhas ke lapangan atau pada kegiatan lainnya pasti ada wanita yang ikut serta didalamnya. Tak bisa dipungkiri kegiatan seperti ini butuh nyali dan terkadang harus bisa survive pada kondisi-kondisi tertentu. Hal lainnya, harus ikhlas karena ini adalah panggilan nurani dengan selalu percaya bahwa Tuhan pasti membalasnya dengan ganjaran yang terbaik. Semoga kita selalu menjadi manusia yang berguna dan peduli untuk lingkungan sekitar kita.
Tulisan ini saya dedikasikan buat teman-teman di ruang poetry Sar Unhas Makassar serta dua orang anggotanya yang saat ini lagi mengikuti pelatihan Kartini Jungle Survival di Gunung Pangrango, Pulau Jawa yang diadakan oleh Yayasan Survival Indonesia. Maju terus wanita Indonesia, Semoga…
Selamat Hari Kartini
Damailah Bumi Beserta Isinya
— (via kuntawiaji)
(Source: superzupper, via kuntawiaji)

